Lisabona menceritakan kisah Umi Lestari, seorang sejarawan film dan kurator, melakukan penelitian tentang perempuan. Dari pengalamannya menceritakan, penelitian tentang perempuan tidak bisa dibayangkan seperti peneliti mendatangi perpustakaan dan mencari tokoh perempuan yang dimaksud. tapi mendatangi toko buku loak dan lemari buku orang.

Hal ini menguatkan bahwa pelaku seni budaya perempuan berada di pinggiran. Untuk memetakannya kembali, SPP menawarkan satu ruang bernama Etalase Pemikiran Perempuan yang ditujukan tidak hanya sebagai ruang berkumpul, tapi juga sebagai bentuk ritual.