Knowing Your Right- Ada Hak Apa Saja Sih? Kita pasti sudah memahami bahwa hak asasi manusia (HAM) melekat pada setiap individu dan setiap insan. Meski demikian, HAM tetap penting untuk diatur dan dijamin dalam aturan hukum. Kenapa? Karena HAM bukan sekedar melekat pada manusia, namun karena HAM juga penting, maka harus dilindungi oleh yang berkuasa. Siapa yang berkuasa? Negara. Maksudnya negara harus menjamin bahwa setiap warga negaranya harus maju menjadi manusia yang bermartabat.

Hukum, lewat aturan-aturannya, berguna memastikan bahwa setiap orang memiliki HAM dan jika dilanggar, maka Negara akan bertindak melindunginya dan berupaya mengembalikan hak tersebut. Supaya masyarakatnya tetap bermartabat.

Hak apa saja yang diakui oleh hukum, baik dalam hukum internasional maupun dalam hukum nasional:

Dalam hukum internasional: artinya masyarakat dunia, terutama lewat Perserikatan Bangsa-bangsa, mengakui HAM itu ada dan harus dihormati, apalagi masyarakat dunia lewat PBB menyaksikan dan sibuk dengan berbagai peristiwa yang merampas hak asasi manusia seperti perang, kemiskinan dan perilaku kesewenang-wenang lainnya.

Pada tahun 1984, PBB memiliki Deklarasi Umum HAM (DUHAM) yang berisi 30 pasal memastikan sebagai hak-hak yang patut harus didapat manusia, di manapun berada.

Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia (DUHAM):

Diterima dan diumumkan oleh Majelis Umum PBB, pada tanggal 10 Desember 1984 melalui resolusi 217 A (III).

Mukadimah (pendahuluan)

Menimbang, bahwa pengakuan atas martabat alamiah dan hak-hak yang sama dan tidak dapat dicabut semua anggota keluarga manusia adalah dasar kemerdekaan, keadilan dan perdamaian di dunia.

Menimbang, bahwa mengabaikan dan memandang rendah hak-hak manusia telah mengakibatkan perbuatan-perbuatan bengis yang menimbulkan rasa kemarahan hati nurani umat manusia, dan terbentuknya suatu dunia tempat manusia akan mengecap nikmat kebebasan berbicara dan beragama serta kebebasan dari rasa takut dan kekurangan telah dinyatakan sebagai cita-cita yang tertinggi dari rakyat biasa.

Menimbang, bahwa hak-hak manusia perlu dilindungi dengan peraturan hukum, supaya orang tidak terpaksa memilih jalan pemberontakan sebagai usaha terakhir guna menentang kelaliman dan penjajahan.

Menimbang, bahwa pembangunan hubungan persahabatan di antara negara-negara perlu ditingkatkan.

Menimbang, bahwa bangsa-bangsa dari perserikatan Bangsa-bangsa di dalam Piagam Perserikatan Bangsa-bangsa telah menegaskan kembali kepercayaan mereka pada hak-hak dasar dari manusia, akan martabat dan nilai seseorang manusia dan akan hak-hak yang sama dari laki-laki maupun perempuan, dan telah memutuskan akan mendorong kemajuan sosial dan tingkat hidup yang lebih baik dalam kemerdekaan yang lebih luas,

Menimbang, bahwa negara-negara anggota telah berjanji untuk mencapai kemajuan dalam penghargaan dan penghormatan umum terhadap hak-hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan yang asasi, dalam kerja sama dengan Perserikatan Bangsa-bangsa.

Menimbang, bahwa pemahaman yang sama mengenai hak-hak dan kebebasan-kebebasan tersebut sangat penting untuk pelaksanaan yang sungguh-sungguh dari janji tersebut,

Maka dengan ini,

Majelis Umum,
Memproklamasikan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia sebagai suatu standar umum untuk keberhasilan bagi semua bangsa dan semua negara, dengan tujuan agar setiap orang dan setiap badan di dalam masyarakat, dengan senantiasa mengingat deklarasi ini, akan berusaha dengan cara mengajarkan dan memberikan pendidikan guna menggalakkan penghargaan terhadap hak-hak dan kebebasan-kebebasan tersebut, dan dengan jalan tindakan-tindakan yang progresif yang bersifat nasional maupun internasional, menjamin pengakuan dan penghormatannya yang universal dan efektif, baik oleh bangsa-bangsa dari negara-negara anggota sendiri manupun oleh bangsa-bangsa dari wilayah-wilayah yang ada di bawah kekuasaan hukum mereka.

Berikut ini beberapa pasal DUHAM.

Pasal 1
Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan.

Pasal 2
Setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan-kebebasan yang tercantum di dalam Deklarasi ini dengan tidak ada pengecualian apapun, seperti pembedaan ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, politik atau pandangan lain, asal-usul kebangsaan atau kemasyarakatan, hak memiliki, kelahiran ataupun kedudukan lain. Selanjutnya, tidak akan diadakan pembedaan atas dasar kedudukan politik, hukum atau kedudukan internasional dari negara atau daerah dari mana seseorang berasal, baik dari negara yang merdeka, yang berbentuk wilayah-wilayah perwalian, jajahan atau yang berada di bawah batasan kedaulatan yang lain.

Pasal 6
Setiap orang berhak atas pengakuan di depan hukum sebagai manusia pribadi di mana saja ia berada.

Pasal 7
Semua orang sama di depan hukum dan berhak atas perlindungan hukum yang sama tanpa diskriminasi. Semua berhak atas perlindungan yang sama terhadap setiap bentuk diskriminasi yang bertentangan dengan deklarasi ini, dan terhadap segala hasutan yang mengarah pada diskriminasi semacam ini.

Pasal 16

Laki-laki dan perempuan yang sudah dewasa, dengan tidak dibatasi kebangsaan, kewarganegaraan atau agama, berhak untuk menikah untuk membentuk keluarga. Mereka mempunyai hak yang sama dalam soal perkawinan, di dalam masa perkawinan dan di saat perceraian.

Perkawinan hanya dapat dilaksanakan berdasarkan pilihan bebas dan persetujuan penuh oleh kedua mempelai.

Keluarga adalah kesatuan yang alamiah dan fundamental dari masyarakat dan berhak mendapatkan perlindungan dari masyarakat dan negara.

Pasal 18
Setiap orang berhak atas kebebasan pikiran, hati nurani dan agama dalam hal ini termasuk kebebasan berganti agama atau kepercayaan, dengan kebebasan untuk menyatakan agama atau kepercayaan dengan cara mengajarkannya, melakukannya, beribadat dan menaatinya, baik sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain, di muka umum maupun sendiri.